Sah, SMKN 3 Palembang Usung Kopi Masuk Kurikulum Sekolah 22 Apr 2022 | Written by Administrator. Published in Artikel. Read 789 View PALEMBANG, BS— Ide kreatif dan inovatif kembali dilakukan jajaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Palembang, dengan memasukkan komoditas produk andalan Sumsel, yakni Kopi dalam kurikulum sekolah. Saat ini, kerangka basis ilmu tentang kopi sedang disusun oleh jajaran SMKN 3 bersama tim Dudi dan tim teknis lainnya. Posesi penyusunan kurikulum baru itu dihadiri langsung Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumsel, Mondyaboni, Kamis (6/1/2022) siang dan perwakilan dari Three burn Coffe Sumsel. Penyusunan rentetan materi bidang-bidang pembelajaran apa saja yang akan diberikan kepada siswa dilakukan hingga dua hari kedepan, lalu hasilnya akan dicek oleh Disdik Sumsel, selanjutnya dilakukan penerapan pada sekolah-sekolah, terutama untuk kompetensi sekolah kejuruan Pariwisata di Sumsel. “Hasilnya nanti, kita cek dulu, bidang-bidang apa saja yang bisa diajarkan ke siswa, mulai dari ilmu pengolahan kopi dari berbentuk biji hingga produk jadi, konsep pengemasan, pemasaran hingga kualitas akhir. Kalau semuanya sudah mencakup, baru kita terapkan ke sekolah SMK lainnya di Sumsel,”ungkap Mondy. Dia optimis, masuknya kopi dalam Kurikulum sekolah bisa memperkaya pengetahuan dan keahlian siswa karena kopi bukan hal yang baru, bahkan dia berharap siswa dan guru bisa melakukan inovasi dan pengembangan kopi menjadi produk berdaya jual dan bernilai lebih tinggi lagi dari yang saat ini. “Karena kopi ini adalah produk andalan perkebunan paling banyak dari Sumsel makanya saya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan SMKN 3 Palembang, inovatif dan sangat luar biasa, ” katanya. Penyusunan kurikulum ilmu kompetensi baru tersebut rencananya bakal diterapkan pada semester depan, khususnya untuk siswa di SMKN 3 Palembang, termasuk penerapan di sekolah lain. “Mudah-mudahan semester depan bisa segara diterapkan, terutama di SMKN 3 Palembang. Jika memungkinkan untuk sekolah lain juga, ” ujar Mondy. Nantinya khusus di SMKN 3 Palembang, produk olahan kopi dari siswa akan dipamerkan dan dijual ke masyarakat, dengan begitu pengembangan potensi dari proses pembelajaran kurikulum baru bisa langsung diserap melalui konsep ilmu pemasaran, baik manual maupun digital marketing. “Ruang pameran di SMKN 3 Palembang ini rencananya akan jadi basis dan pusat pemasaran produk-produk hasil pengolahan siswa disini, termasuk produk kopi tadi, jadi lulusan SMKN 3 tak hanya menerima materi saja tapi ada study lapangannya langsung, ” katanya. dengan merangkul semua lini, baik itu tenaga ahli dalam produk pengolahan kopi, para asosiasi kopi hingga para pelaku usaha kopi yang sudah berskala besar. “Saya tak ingin berwacana saja, makanya kami langsung merangkul lembaga yang berwenang dan para Dudi yang memang berkutat menjadikan kopi sebagai sentral bisnis mereka, seperti Threeburn Cofee dan lembaga lain, alhamdulillah semuanya jalan,” katanya. Tak sampai disitu, menurut Rusmina, SMKN 3 Palembang juga bersiap melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan Esperto Course di Jakarta untuk kerjasama dalam hal mencetak Barista berpengalaman, sehingga para lulusan nanti bisa menjadi Barista yang memiliki keahlian setara dengan yang lain. “Kita tinggal menunggu balasan surat dari pihak Esperto saja, untuk kerjasama dalam hal pelatihan sehingga output dari siswa kita bisa diajarkan juga bagaimana menjadi Barista yang handal, jadi siswa tak hanya ahli mengolah kopi menjadi minuman nikmat dengan cita rasa seni tinggi, seperti ilmu-ilmu latte art termasuk juga bagaimana menjadi seorang peracik ahli minuman atau Barista, “katanya. Rusminah juga menyebut, pihaknya sedang dalam proses penjajakan kerjasama dengan pelaku usaha kopi bertaraf nasional seperti Tana Merah dan Commod Ground. Dengan serapan ilmu kopi dari berbagai tenaga ahli, akademisi dan asosiasi penggiat kopi, diharapkan siswa SMKN 3 akan lebih paham bagaimana seksinya kopi ini menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan dan siswa bisa mengambil peran disana. Pola kemitraan, lanjut Rusmina, dilakukan melalui pelatihan langsung tim ahli ke sekolah, training guru ke tempat para mitra kopi hingga pengembangan praktek siswa ke dunia industri kopi. “Peluang bisnis minuman kopi ini sangat besar sekali, makanya kami perlu membekali anak didik kami agar ikut terjun mengelola kopi yang memang produknya berasal dari Sumsel juga, tantangannya bagaimana kita melakukan inovasi sehingga produk ini makin menarik dan pekerjanya atau skill pekerjanya jadi Barista andal juga, para siswa jadi makin agresif belajar karena kopi kan bukan sesuatu hal yang baru di dilingkungan mereka. Belum ada kurikulum saja, para siswa kita sudah ada yang masuk rangking 30an besar salam kompetensi pengolahan kopi dan mengalahkan ratusan kandidat lain di Indonesia, “katanya. Kenyataan lain yang dia lihat, lembaga pendidikan yang memberikan ilmu kopi masih sangat sedikit di Indonesia dan hanya terpusat di Jakarta, justru institusi kopi ini banyak berada di luar negeri, padahal faktanya kopi paling banyak berasal dari Indonesia dan Sumsel menjadi daerah tertinggi penghasil kopi. “Ini yang buat kami bergerak cepat, dan langsung kami susun materinya dan diajukan ke Disdik, ternyata direspon positif dan mudah-mudahan pada semester depan, siswa sudah bisa dapat tambahan pembelajaran ilmu baru, yakni Kopi, ” katanya. (dewi). dikutip dari laman website :http://beritasumatera.co.id/2022/01/07/sah-smkn-3-palembang-usung-kopi-masuk-kurikulum-sekolah/ Share : Facebook Twitter Google Plus