Sejarah SMK Negeri 3 Palembang SEJARAH PERKEMBANGAN SMEA NEGERI 2 PALEMBANG YANG SEKARANG MENJADI SMK NEGERI 3 PALEMBANG Dilihat dari segi sejarahnya gedung SMEA Negeri 2 Palembang ini cukup tua, gedung sekolah ini beberapa kali mengalami perombakan. Pada awalnya lokasi gedung sekolah ini merupakan tanah milik rakyat yang luasnya kurang lebih 3 (tiga) hektar. Pada tahun 1956 tanah rakyat ini dibeli oleh Teritorium II Sriwijaya (sekarang Kodam II). Dan pada tahun ini juga dibangun sebuah gedung sekolah dengan fasilitas 9 (sembilan) ruangan. Yang dilengkapi dengan ruangan dapur, guru, dan kantor tata usaha. Gedung ini diresmikan pemakaiannya pada tahun 1962 oleh pemerintah yaitu oleh Gubernur Tingkat I Provinsi Sumatera Selatan, Bapak Ahmad Bastari, dengan didampingi oleh Kodam II Sumatera Selatan. Bersamaan dengan dibangun dan selesainya bangunan gedung ini, SMEA Negeri 2 didirikan tepatnya pada tanggal 1Agustus 1959. Pada waktu itu gedungnya masih menumpang dengan SMEA Negeri 1 yang berlokasi di Jalan Lorong Kapten (sekrang Jalan R. Jaimas – Pasar Cinde) sampai pada tahun 1962 bersamaan dengan keluarnya lulusan pertama dari SMEA Negeri 2 Palembang. Jumlah siswa siswinya pada saat itu sebanyak 80 orang terbagi dalam satu kelas siswa berasal dari SMEP dan satu kelas dengan asal sekolah dari SMP. Kepala Sekolah pertama yang menjabat adalah Bapak Mohd. Joenoes, BA sekaligus merangkap sebagai Guru Tetap. Pada tahun 1962 ada penawaran dari pihak pemerintah untuk menempati gedung sekolah yang berlokasi di Bukit Besar ini. SMEA Negeri 2 akhirnya pindah menempati gedung sekolah baru sampai sekarang. Pada awal pendirian program belajar SMEA Negeri 2 belum memiliki program penjuruan seperti sekarang. Namun secara bertahap penjurusan baru dibuka pada tahun ajaran 1960-1961 yaitu jurusan Tata Buku. Kemudian mengalami perkembangan, baik panambahan guru-guru pengajarnya maupun penambahan jurusan. Guru pengajar SMEA Negeri 2 Palembang ini pada tahun 1962 mengalami penambahan sampai 14 orang. Sedangkan jurusan mengalami perkembangan dari program tata buku menjadi jurusan koperasi, berkembang lagi menjadi jurusan Tata Perusahaan. Dari jurusan Tata Perusahaan berubah lagi menjadi jurusan Tata Niaga. Selain itu berkembang lagi jurusan Kesekretariatan yang akhirnya menjadi jurusan Tata Niaga. Dari tahun ke tahun mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan dalam dunia industri sebagai penerima alumni SMEA 2. Sehingga tanpa terasa dengan mengikuti perkembangan dunia dalam era globalisasi, program pendidikan di SMEA Negeri 2 Palembang adalah sebagai berikut : 1. Jurusan Administrasi Perkantoran 2. Jurusan Perdagangan 3. Jurusan Koperasi 4. Jurusan Keuangan Sedangkan program studi yang ada adalah : 1. Program Studi Akuntansi 2. Program Studi Perbankan ( baru akan diusulkan tahun pelajaran 1995/1996 yang akan datang). 3. Program Studi Sekretaris 4. Program Studi Manajemen Pemasaran 5. Program Studi Manajemen Koperasi, dan 6. Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Seiring dengan perkembangan pendidikan nasional, gedung sekolah ini mengalami beberapa kali perombakan yang berkaitan dengan penggantian dan penambahan peralatan dan perlengkapan, terbagi dalam : a. Pada tahun 1973 ada penambahan peralatan b. Pada tahun 1975 ada penambahan peralatan c. Pada tahun 1983 ada penambahan ruangan, terutama ruangan kelas Pada tahun 1989 sekolah ini diangkat menjadi sekolah pembina dan mendapat bantuan dari dana Asean Development Bank (ADB). Kemudian gedung ini dirombak dan dibangunlah gedung baru tetapi berlokasi di Bukit Besar ini. Dan untuk ruangan lama masih dapat dipertahanan sampai sekarang yaitu ruangan kantin, koperasi, bekas musholla yang merupakan sisa bangunan pada tahun 1975. Dengan status sebagai Sekolah Pembina, maka sekolah ini menjadi favorit diantara sekolah kejuruan yang ada di Palembang atau di Provinsi Sumatera Selatan terutama sekolah kejuruan ekonomi. Sehingga perkembangan yang dialami terasa makin meningkat. Terlihat semakin bertambahnya jumlah siswa yang diterima di sekolah ini. Ini terjadi tidak terlepas pula dari kepemimpinan para Kepala Sekolah yang telah dengan ikhlas mengabdi untuk kecerdasan bangsa. Kepala Sekolah yang menjabat pimpinan di SMEA Negeri 2 dari yang pertama sampai tahun 1997 adalah sebagai berikut : 1. Kepala Sekolah pertama adalah Drs.H. Moh. Yoenoes dari Agustus 1959 - Mei 1967. 2. Kepala Sekolah kedua adalah Drs. Soekma A. Rahim dari Juli 1968 - Januari 1969. 3. Kepala Sekolah ketiga adalah Drs. Burhanuddin Senaris dari Mei 1969 - Oktober 1980. 4. Kepala Sekolah keempat adalah Drs. E.M Katamsi, B.A dari November 1980 - Juli 1985. 5. Kepala Sekolah kelima adalah Drs. Adam Soleh dari Agustus 1985 - Mei 1990. 6. Kepala Sekolah keenam adalah Drs. M. Dahlan Soha dari Juni 1990 - Januari 1997. Pada tahun 1997, sehubungan dengan terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 036/0/1997 serta edaran Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan Nomor 0537/C4.1/ LL/97 tanggal 18 Maret 1997 tentang perubahan nomenklatur SMKTA menjadi SMK serta organisasi dan tata kerja SMK. SMEA Negeri 2 Palembang berubah menjadi SMK Negeri 3 Palembang. Kepala Sekolah yang menjabat pimpinan di SMK Negeri 3 Palembang dari Tahun 1997 sampai dengan sekarang adalah sebagai berikut : 1. Kepala Sekolah ketujuh adalah Drs. Samudra dari Januari 1997 - Januari 2000. 2. Kepala Sekolah kedelapan adalah Drs. Nursamsu Alamsyah dari Januari 2000 - Januari 2002. 3. Kepala Sekolah kesembilan adalah Dra. Hj. Zuraidah, MM. dari Januari 2002 - Desember 2004. 4. Kepala Sekolah kesepuluh adalah Drs Asnan Harun dari Desember 2004 - Februari 2010. 5. Kepala Sekolah kesebelas adalah Drs. Djunaidi, MM. dari Februari 2010 - Agustus 2012. 6. Kepala Sekolah kedua belas adalah Drs. Ilrauf Husin dari Agustus 2012 - Juni 2013. 7. Kepala Sekolah ketiga belas adalah Drs. Ramot Siahaan, M.Si. dari Juni 2013 - April 2015. 8. Kepala Sekolah keempat belas adalah Dra. Hj. Hernawati, MM. dari April 2015 sampai Agustus 2020 9. Kepala Sekolah Kelima belas adalah Rusminah, S.H, M.Si. dari September 2020 sampai sekarang Demikianlah sekilas tentang sejarah perkembangan SMK Negeri 3 Palembang. Share : Facebook Twitter Google Plus